Informasi terbaru seputar pendidikan Islam di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Boltara (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Idrus Sante, secara resmi membuka kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan oleh Seksi Pendidikan Islam, Selasa (20/1/26), di RM. Laviesta Desa Kuala Kecamatan Kaidipang. Idrus menegaskan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan komitmen Kemenag dalam menghadirkan metode pembelajaran yang berlandaskan nilai kasih saying di lingkungan satuan pendidikan keagamaan. “Workshop ini menjadi wujud nyata komitmen Kemenag Bolmut untuk menghadirkan proses pembelajaran yang menekankan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, memiliki nilai-nilai kasinh saying antar sesame, toleransi, serta smampu hidup harmonis di tengah keberagaman. Lanjutnya, Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta ramah bagi seluruh peserta didik. Penerapan kurikulum ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan pendidikan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sosial. Madrasah didorong menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak. “Implementasi kurikulum ini merupakan wujud nyata layanan berdampak Kemenag dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik”, tutupnya. Kegiatan workshop ini diikuti oleh perwakilan dari 25 madrasah dan Raudhatul Athfal se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, masing-masing 2 peserta. Menghadirkan narasumber yang berkompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado, Dr. Muhamad Anwar. Humas Penulis: Humas
Boltara (Kemenag) - Melalui rapat koordinasi Pimpinan bersama Seksi Pendidikan Islam, Senin (12/1/26), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Idrus Sante, menyampaikan arahan agar di tahun 2026 bisa menyusun program penggalakan ekoteologi pada satuan pendidikan madrasah. Program ini jelas Kakan meski tidak tersusun dalam program berdipa, namun menjadi program bersifat ekspektasi pimpinan, target yang diharapkan. Kakan menegaskan bahwa ekoteologi perlu menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. “Madrasah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik. Oleh karena itu, program ekoteologi harus dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia meminta Seksi Pendis untuk menggalakkan pemahaman dan praktik ekoteologi sebagai bagian dari pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Selain itu, Kepala Kantor juga menyoroti peningkatan kualitsa guru madrasah sebagai salah satu prioritas utama program 2026. Menurutnya, guru yang berkualitas akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan madrasah yang unggul, moderat, dan berwawasan lingkungan. Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam perumusan kebijakan dan program Pendidikan Islam di tahun 2026 yang berorientasi pada penguatan karakter, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan di madrasah. Diakhir rapat, Kepala Kantor menyerahkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Seksi Pendis kepada Kepala Seksi, Ahmad Modeong, sebagai acuan dalam melaksanakan program 2026 Humas Penulis: Rival Intan
Boltara (Kemenag) - Ekoteologi menjadi salah satu program utama Kementerian Agama dalam upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama, Idrus Sante, mendorong seluruh madrasah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) untuk menggalakkan program ekoteologi di lingkungan madrasah secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat memberikan pembinaan kepada kepala madrasah se-Kabupaten Boltara, Selasa (13/1/26) di Kantor Kemenag. Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya religius dan berilmu, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis. Ekoteologi merupakan bagian penting dari penguatan nilai keagamaan yang aplikatif. Melalui madrasah, Kepala Kantor ingin menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Lebih lanjut disampaikan, implementasi program ekoteologi di madrasah dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan nyata, seperti pengelolaan sampah ramah lingkungan, penghijauan, pemeliharaan kebersihan lingkungan madrasah, penghematan energi, serta integrasi materi ekoteologi dalam proses pembelajaran. Program-program tersebut diharapkan menjadi budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. Ia juga mendorong madrasah untuk berinovasi dan menyesuaikan program ekoteologi dengan kondisi serta potensi masing-masing. Kreativitas madrasah dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan. “kami serahkan ke madrasah bagaimana system yang akan diberlakukan di setiap madrasah, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan ekoteologi ini”, Ujar Kakan. Ekoteologi menurutnya, bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di lingkungan madrasah. Humas Penulis: Humas
Boltara (Kemenag) – Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan madrasah melalui penguatan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan moderasi beragama. Upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diikuti oleh perwakilan guru dari 25 Madrasah dan Raudhatul Atfal (RA) se-Kabupaten Boltara. Kegiatan ini menurut Kepala Seksi Pendis, Ahmad Modeong, bertujuan untuk memantapkan pemahaman serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan satuan pendidikan keagamaan. “langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman lebih bagi satuan pendidikan untuk mengimpelementasikan kurikulum ini di masing-masing madrasah”, ungkap Ahmad, Selasa (20/1/26) di lokasi kegiatan, RM. Laviesta desa Kuala Kecamatan Kaidipang. Terangnya, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, moderat, serta mampu hidup harmonis di tengah keberagaman. Workshop ini menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado, Dr. Muhamad Anwar, dengan materi seputar konsep, strategi, serta praktik implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan. Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya menanamkan nilai cinta, empati, saling menghargai, dan kebhinekaan kepada peserta didik sejak dini. Humas Penulis: Humas